Malam ini hujan
Pintu tertutup rapat
Terkunci dengan gembok mahal
Ia datang
Membawa sedikit biskuit di tangan
dengan pakaian sedikit compang
lalu ia duduk
lesehan di lantai
selonjor alakadar
saya bangun
berjalan gontai
menghampirinya dengan santai
ia menawarkan biskuit berbau menyegat
lalu saya menyajikan wedang hangat
kami bersender di dinding kamar
sambil bersenandung lagu samar
kami menikmati sajian yang sederhana ini
kami menikmati malam ini
ia sama sekali tidak bicara
tidak ada suara
“terima kasih sudah bersedia menemani”
Akhirnya ia mengeluarkan suara
“sama sama”
Lalu ia menyeruput wedang hangatnya dengan lemah
Dan kembali bersender pada dinding yang sama lapuknya dengan dirinya
“aku letih menjadi tuhan”
Saya tertawa kecil tanpa menoleh
“aku pun letih menjadi manusia”
Ia memotek biscuit itu menjadi dua dan menawarkan setengahnya kepada saya
“ada baiknya kita mencoba untuk menukar takdir kita”
“maksudmu ?”
“aku jadi kau…kau jadi aku…”
Saya tertawa lagi
Kali ini lebih keras
“tentu saja aku tidak mau…”
Ia mengernyitkan alisnya sejenak
Lau bertanya
“kenapa begitu menurutmu ?”
“aku sudah cukup puas menjadi ciptaanMu…hanya akan menyusahkan saja bila aku menjadi tuhan”
Saya menuangkan kembali wedang hangat ke gelasnya yang telah kosong
“kau yakin tidak mau ?”
Ia bertanya lagi
Saya menerawang keatas
Lalu tersenyum kembali
“sangat yakin…”
“terima kasih sebelumnya telah berbaik hati menawarkan jabatanmu…”
Ia tersenyum kecut
Lalu mengeluarkan sebatang rokok dari kantong kumalnya
Lalu membakarnya
“aku sudah cukup puas dengan apa yang kau beri selama ini…terima kasih…”
“soal jabatanmu…..”
Saya tersenyum nakal
“aku sama sekali tidak tertarik…”
“oh mungkin kau bisa menawarkannya pada yang lain…”
Masih tetap tersenyum jahil
ia menggeleng lemah
“tidak”
“tidak yang lain”
Ia kembali terdiam
Memandangi dinding kamar yang penuh dengan lumut kotor
“baiklah kalau begitu”
“terima kasih banyak sudah mau menemaniku”
Ia menyeruput wedangnya untuk yang terakhir kalinya
Lalu berdiri
“perlu kuantar ?”
“tidak..terima kasih..aku masih cukup kuat untuk kembali..”
Lalu kami bersalaman
Dan ia pergi
Senin,15 februari 2010
Pk.22:47 waktu jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar