Dinding ini hampir retak.tak sanggup menahan berat.sebentar lagi ia akan jatuh tersungkur.tak pelak menjadi debu.debu lantai yang kotor dan bau.
Kepala ini hampir penuh.sama halnya seperti dinding tadi.yang tak lama lagi kan retak dan meledak.setelah itu tercecer cecer.layaknya sampah yang dikerebungi lalat pasar.
Badan ini sudah pegal.tak kuat lagi membawa beban.bahkan hanya secuil kain pun.badan ini pun akan berakhir sama layaknya kepala yang sebentar lagi akan meledak.badan ini pun akan terpencar pencar.mental kesana kemari.penuh darah yang tak lagi merah.
Hati ini sudah bau bangkai.hitam dan berlendir layaknya ingus jahanam.hati ini sudah tak lagi bisa merasa.hati ini sudah tertutup asap.asap beracun yang hitam pekat.hati ini tak lagi bisa mencinta.mencinta seseorang yang dicinta.hati ini tak lagi hidup.hati ini sudah terlanjur koma.
Rumah ini tak lagi kuat.kayu kayunya telah rapuh dimakan rayap.atapnya pun tak bisa lagi menahan hujan.apalagi badai.tiang tiangnya telah jatuh dan terbelah dua.pintunya sudah tak lagi terbuka.pintu itu telah tertutup debu dan lumut.
Jiwa ini tak bisa lagi menunggu.menunggu orang tuk diajaknya masuk.masuk kedalam hatinya.yang sudah lama hangus.
Cinta ini sudah tak ingat.tak ingat bagaimana caranya.cara tuk memberi.dan menerima kasih sayang.
Rasa ini telah lama hilang.mungkin terbawa angin topan.atau hanya sekadar bermain ke selatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar